Benteng Sabang : Jepang Melihat Keindahannya

5:34 PM

Benteng Sabang : Jepang Melihat Keindahannya  | Setelah momen yang pahit tapi asik di “Liburan Ke Sabang : Ketinggalan Kapal”, tujuan selanjutnya ke Kawasan Wisata Benteng Jepang Anoi Itam.

Setelah merapatnya kapal, langsung Rudi bergegas mencari kendaraan roda dua untuk disewa dan jatuhlah pada sebuah motor Honda Beat Hitam yang lansung ditabalkan nama olehnya menjadi B-Max. Lumayanlah, 250 ribu untuk dua hari. Dan langsung saja kita balapan di jalanan Sabang yang lebar, bagus, rapi, bersih, dan sepi. Sepi ini memungkinkan kita melaju sampai top speed! Siapa yang lebih cepat? Pastinya Rudi, karena saya sedang membonceng Lily. Kerja keraslah Mio-J ini untuk jalan.

Tiba di balik benteng, kemudian sedikit mendaki ke atas menteng dan wow… Keindahan yang membuat aku terdiam kemudian duduk dan tak ingin beranjak.

Duduk diam menikmati keindahan lautan didepan Benteng Jepang
Duduk diam menikmati keindahan lautan di depan Benteng Jepang

Ketika terjadi Perang Dunia ke-II, Jepang mendarat di Sabang pada 12 Maret 1942 yang kemudian dijadikan sebagai basis pertahanan militer dan pusat komunikasi di Selat Malaka. Mereka membangun sebuah benteng di Anoi Itam ini. Sebuah benteng yang lansung menghadap ke lautan yang indah. Cerdas! Jepang tau di mana tempat yang bagus.

Indahnya, tenangnya, anginya, tempat ini membuat siapa saja tidak ingin beranjak. Air laut yang jernih, tebing-tebing karang, pepohonan, rumput yang hijau. Semua hal indah ini membuat aku melihat banyak orang yang foto-foto di tempat ini.

Benteng jepang ini tentu saja bangunannya masih asli, tanpa warna, dan sebahagian terlihat hancur dimakan usia. Tau mengapa banguanan lama tidak pernah di warnai ulang atau dicat? Itu untuk mempertahanakan keasliannya! Ada memang beberapa bangunan lama yang diwarnai ulang, itu untuk mempertahankan sisi keindahannya. Bahkan untuk beberapa situs bersejarah dilindungi untuk tidak dialakukan pengecatan ulangnya oleh organisasi internasional. Nah, benteng jepang ini beberapa bagiannya sudah mengalami pewarnaan ulang. Bukan pewarnaan ulang untuk mempertahankan ke indahanya, melainkan coretan-coretan pada dinding dengan cat semprot oleh orang-orang yang tak mengerti di mana harus menempatkan seni. Kalau indah gak masalah, ini hanya coretan-coretan dengan makna yang tidak jelas.

Bangunan utama Benteng Jepang Sabang
Bangunan utama Benteng Jepang Sabang

Dari bangunan benteng yang didalamnya terdapat sebuah Meriam, jika berjalan ke arah sebelah kiri akan banyak ditemui pecahan-pecahan tembok yang menggambarkan sepertinya ada sebuah benteng panjang berada di garis itu, tetapi sudah hancur lebur dan saat ini lebih bisa dinikmati rerumputan hijau dengan pohon kelapanya. Nah, jika berjalan kea rah kanan dari benteng itu akan terlihat hamparan tebing yang panjang yang langusng berdampingan dengan air laut. Indahnya akan membuat kamu terduduk dan tak ingin beranjak. Dari tempat ini aku bisa melihat langsung Pantai Anoi Itam yang keindahan juga selalu dibicarakan setelah orang kembali dari wisata ke Sabang. Anoi itam artinya adalah pasir yang hitam. Jadi ini adalah sebuah pantai dengan pasir berwarna hitam.

Sisi kiri bangunan utama Benteng Jepang
Pemandangan sisi kiri bangunan utama Benteng Jepang
Pemandangan sisi kanan bangunan utama Benteng Jepang
Pemandangan sisi kanan bangunan utama Benteng Jepang

Disisi tempat melihat pantai anoi itam itu, tebingnya langung berbatas dengan laut. Kalau jatuh ya langsung masuk ke laut. Memang keindahanya jadi sempurna, tak ada yang menghalangi. Tetapi ini pesan untuk yang berkunjung ke tempat ini jika membawa anak-anak. Perlu kontrol penuh, apa lagi rerumputannya menurun, anak kecil lari lari, kepeleset, guling-guling, jlebbbb langusng masuk laut. Nolonginya ya lompat ke air juga. Tinggi tebingnya sekitar senam sampai sepuluh meteran.

Ada satu tebing yang bawahnya ada karang dan ikannya banyak. Ombaknya tidak besar, dalam dan airnya sangat jernih. Melihat airnya aku ingin sekali lompat dan aku rasa lompat dari sini aman. Udah pengen ganti celana pendek banget nih mau lompat, lirik kanan kiri lagi baru sadar, jika lompat ke air naiknya dari mana? Tak ada tangga untuk naik, mencapai pantai pun jauh. Batallah niat merasakan lompat dari tebing benteng Jepang ini.

Tebing tempat lompat benteng jepang sabang
Tebing tempat aku ingin melombat ke laut
Langit yang akan gelaplah yang yang membuat aku berpisah dengan kawasan wisata sejarah benteng Jepang ini. Tempat tenang dan masih sepi yang selalu kurindukan setelah kembali ke duniaku yang sebenarnya. Karena tidak ada penerangan disini, dan ini bukan tempat yang bisa dinikmati keindahanya dimalam hari.

You Might Also Like

10 komentar

Comments
10 Comments
  1. Wiiihhh, cakep bener pemandangan dari bentengnya ya.
    Jadi kangen maen kesana :D

    ReplyDelete
  2. Baru baca setengah :v

    moment -> momen
    di tabalkan -> ditabalkan
    dua ratus lima puluh ribu -> 250 ribu
    sabang -> Sabang
    rapi, bersih dan sepi -> rapi, bersih, dan sepi
    dibalik -> di balik
    Wow -> wow
    didepan -> di depan
    perang dunia ke II -> Perang Dunia ke-II
    dimana -> di mana
    photo-photo -> foto-foto
    jepang -> Jepang
    mengangapa banguanan -> mengapa bangunan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya funy, sudah di koreksi tulisannya :) . Yok liburan kesini

      Delete
  3. Sebenarnya ada banyak benteng peninggalan Jepang di Sabang, tapi yang terkenal memang yang di dekat Anoi Itam. Mungkin karena pemandangannya yang memang keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaps. bener banget kak. pemandangannya keren banget

      Delete
  4. oke, masuk list destinasi wisata. ceklist.

    ReplyDelete
  5. itu udah berdiri di pinggir tebing bg, tinggal lompat aja untuk mengakhiri kejombloan. rasanya kan nanggung, udah jauh2 nyari tempat damai selama2nya, tapi ga lompat juga. *apa ish?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, klo lompat susah naiknya lagi sabda

      Delete