Museum Angkatan Darat Port Dikson : Tua Itu Keren

4:00 PM

Museum Angkatan Darat Port Dikson, Tua itu Keren | Perjalan yang panjang menuju museum angkatan darat yang ada di Port Dickson, Negeri Sembilan. Tak perlu bercerita banyak tentang bagaimana cara aku mengemudi sampai menuju tempat ini, urutan mobil terdepan saat beriringan yaitu Official Car – Malaysia dengan mobil nomor 1 – Indonesia dengan mobil nomor 4 - dan Indobesia (aku) degan mobil nomor 14. Jelas ini sudah menjadi alasan yang kuat mengapa official team menegur tim indonesia untuk tidak melakukan take over di jalanan. Ya gimana gak mau take over, di jalan tol kecepatannya rata-rata 70KM dan perjalanan panjang, ya aku jadi ngantuklah. Untuk menghilangkan rasa kantuk, mengeraskan sedikit musik, berteriak sambil bernyanyi dan memacu kecepatan.

Museun Angkatan Darat Port Dikson Tua Itu Keren
Pesawat Tempur Tua Museum Angkatan Darat Port Dikson
Lagi seru-serunya kebut-kebutan di jalanan, tiba tiba official car berbelok ke kiri dan parkirlah di Museum Angkatan Darat Port Dikson. Menuju parkirannya, mata sudah dibuat terpelongok ke kanan karena melihat lokomotif kereta api tua terparkir dengan gagah, ada juga pesawat tempur tua, helikopter tua dan kendaran perang darat tank, mobil, motor dan beberapa meriam yang sudah berusia puluhan tahun. Senangnya, aku saja terpikir untuk menaiki kendaraan luar biasa ini saat melihatnya, apa lagi anak-anak. Coba saja membawa anak anak kesini, apa lagi laki-laki betapa akan girangnya dia. Selain sebagai tempat berkumpulnya barang-barang tua museum menurut saya merupakan tempat wisata yang menambah pengetahuan, sambal berwisata bersama keluarga sambal menambah pengetahuan. Menyenangkan bukan?

Museun Angkatan Darat Port Dikson Tua Itu Keren
Lokomotif Tua Museum Angkatan Darat Port Dikson
Tak banyak waktu diberi oleh official team untuk foto-foto, setelah parkir petualangan pun dimulai. Seorang prajurit berseragam mengahampiri kami, sebelum dia memberi kami soal untuk dicari jawabannya di sekitar museum berdasarkan petunjuk disoal, dengan santainya dia memberikan kami sekotak cat dengan warna merah, hijau dan hitam. Dan ketiga cat warna itu harus di corat-coretkan ke wajah kami peserta ASEAN Media Bloggers Tourism Hunt 2015 seperti gaya tentara yang sedang berkamuflase saat akan perang di dalam hutan. Jadilah muka yang tadinya cantik dan tampan berubah menjadi menakutkan. Kurt Ganapathy salah satu peserta asal Singapura yang badannya besar mewarnai wajahnya dengan warna hijau dan membuat dirinya mirip sepertu tokoh Hulk. Terlihat sangat lucu dengan senyuman wajahnya yang ceria.
Museun Angkatan Darat Port Dikson Tua Itu Keren
Kurt Ganapathy Terlihar Seperti Hulk
Museun Angkatan Darat Port Dikson Tua Itu Keren
Museum Angkatan Darat Port Dikson
Kali ini kita (tim Indonesia) berbagi tugas untuk menyelesaikan soalan ini agar segera cepat selesai. Berpencarlah kita dengan membawa pertanyaan yang dapat diselesaikan. Di terowongan museum, ada cerita lucu dimana sebuah kendaraan bermotor dengan yang no kendaraanya diketahui untuk mencari jawaban yang merupakan merk motor tersebut. Nah saat diterowongan itu kita (aku dan Farhan) sudah mengetahui keberadaan kendataan tersebut, dan kita tidak ingin ada tim lain mengetahuinya. Lansung saja kita pura-pura berdiri menutupi kendaraan tersebut dan hasilnya salah satu team negara melewatkannya karena tidak dapat melihatnya. Melakukan apapun untuk menang, apa yang seperti ini curang?

Waktu habis sorak tentara berseragam, padahal satu soalan tentang tentara malaka ynag menggunakan gajah belum selesai. Berlarilah kita mencari seisi ruangan yang belum dijelajahi. Farhan menemukan jawabannya dan lansung ditulis dan dikumpulkan. 100 jawabannya, dan saat jawaban sudah diketahui ternyata empat tentara. Ha ha ha disitu tertulis ada 100 tentara dan empat yang menggunakan gajah. Karena terburu-buru membuat ini tidak diperhatikan. Ini yang disebut kurang teliti, gitu kata ibu guru.
Museun Angkatan Darat Port Dikson Tua Itu Keren
Foto Bersama di Museum Angkatan Darat Port Dikson
Tak sempat membersihkan wajah yang telah dilumuri cat langsung saja konvoi kembali menusuri jalan menuju penginapan. The Grand Beach Resort Port Dickson, Sambil menikmati menyetir sore dengan jalanan berkelak-kelok yang mulus dan bagus. Aku sengaja tak menutup jendela dan menyalakan AC untuk merasakan langsung udara Negeri Sembilan.

The Grand Beach Resort Port Dickson ini penginapan yang sangat sangat pengertian. Bagaiana tidak, begitu sampai dengan muka berminyak karena cat warna dan kepanasan. Pelayan hotel memberikan sebuah handuk kecil yang basah, dingin dan wangi. Langsunglah aku ambil dan membasuhkannya ke wajah. Benar, menyenangkan itu adalah proses pergeseran dan ketidaknyamanan menjadi nyaman. Gak tanggung-tanggung saya tidak puas dengan satu handuk basah, ambil dua biar wajahku yang lelah ini lebih dimajakan lagi. Keramahan hotel ini belum berahir, dia lanjut memberikan welcome drink, seperti dia sudah tau kalau kita sangat haus. Kata bang Agus ini hotel akan aku rekomendasikan, bukan karena apa-apa selain karena keramahannya juga karena di restorannya bisa merokok. Alasan sederhana yang sangat menyenangkan untuk perokok.

Tiba di kamar, kejutan kembali menghampiri sebuah sarung bercorak batik tersedia diatas tempat didur dan bertuliskan, please hear me tonight. How? Up your creativity. Dan di atasnya diletakan sebuah coklat dalam tabung yang bertuliskan smash for good feeling, pengen dipecahkan aja ini kaleng karena bacanya, padahal bukanya hanya perlu diangkat saja tutupnya. Banyak sekali kejutan di hotel ini belum lagi acara makan malam yang menyenangkan dari hotel ini. Tak terlupakan.
Museun Angkatan Darat Port Dikson Tua Itu Keren
Kejutan Dari The Grand Beach Resort PD
Museun Angkatan Darat Port Dikson Tua Itu Keren
Pemandangan Dari Kamar The Grand Beach Resort PD
Satu hal yang paling membuatku berkesan dari hotel ini, pasir pantainya. Hotel ini menghadap langsung ke pantai yang pasirnya sangat lembut dan bersih. Beberapa kali saya berjalan sendirian di pinggir pantainya mendengarkan suara gesekan pasir lembutnya dengan kakiku. Bahkan aku melakukannya kembali saat malam hari karena ini benar benar hal yang menyenangkan. Tenang, sepi, lembut dan membuat betah berlama-lama disini.
Museun Angkatan Darat Port Dikson Tua Itu Keren
Pantai The Grand Beach Resort PD
Jika melakukan perjalanan ke daerah Negeri Sembilan, sempatkan untuk singgah di Museum Angkatan Darat Port Dikson, walau isinya perlengkapan Tua, tetapi tetap keren. INIYUHA

You Might Also Like

3 komentar

Comments
3 Comments
  1. Kece banget pantai Pasir putihnya,, asekk,, jadi pengen kesana juga...

    ReplyDelete
  2. kereta apinya mirip sama kereta api medan di Medan, hehehe

    ReplyDelete
  3. whalaaa... Yuha... baru tau sekarang jadi blogger. Tulisan mu bagus, aku jadi pengen baca yang lalu2. :)

    ReplyDelete